Ujian Konservasi di Lahan Basah

menghadapi ujian terberatnya, bagaimana melestarikan fungsi-fungsi ekologis sekaligus mengangkat kesejahteraan nelayan dan petani setempat. Wetland International mengembangkan konservasi bersama masyarakat di lahan basah di Serang.

Fisiologi Tubuh Di Pegunungan

Mendaki gunung adalah perjuangan, perjuangan manusia melawan ketinggian dan segala konsekuensinya. Dengan berubahnya ketinggian tempat, maka kondisi lingkungan pun jelas akan berubah.

Bahaya Tas Plastik Untuk Hutan Indonesia

Tas plastik yang kita dapatkan sehari-hari dari pasar, warung, atau supermarket ternyata bisa berujung panjang, bahkan membahayakan kelestarian hutan kita.

Fungsi Hutan

Hutan merupakan satu ekosistem yang sangat penting di muka bumi ini, dan sangat mempengaruhi proses alam yang berlangsung di bumi kita ini.

Kenapa Harus Hijau??

Apa artinya menjadi Hijau? Apa artinya menjadi aktivis lingkungan atau lingkungan? Mengapa Anda membeli organik?

Dimensi Etika Dalam Berorganisasi

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa etika merupakan cara bergaul atau berperilaku yang baik.

Senin, 17 Agustus 2009

Mendaki Gunung = Menghargai hidup

Sedikit sekali orang yang bisa memahami keadaan seseorang atau keadaan sekitarnya, jika ia tidak terjun langsung atau mengalami apa yang dirasakan seseorang dalam kehidupannya.

Pencinta Alam atau biasa disebut PA, itulah yang pertama kali orang katakan saat melihat sekelompok orang – orang ini. Dengan ransel serat beban, topi rimba, baju lapangan, dan sepatu gunung yang dekil bercampur lumpur, membuat mereka kelihatan gagah. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman, sementara mayoritas lainnya lebih banyak menyumbangkan cibiran, bingung, malah bukan mustahil kata sinis yang keluar dari mulut mereka, sambil berkata dalam hatinya, “Ngapain cape – cape naik Gunung. Nyampe ke puncak, turun lagi…mana di sana dingin lagi, hi…!!!!!!!”

Tapi tengoklah ketika mereka memberanikan diri bersatu dengan alam dan dididik oleh alam. Mandiri, rasa percaya diri yang penuh, kuat dan mantap mengalir dalam jiwa mereka. Adrenaline yang normal seketika menjadi naik hanya untuk menjawab golongan mayoritas yang tak henti – hentinya mencibir mereka. Dan begitu segalanya terjadi, tak ada lagi yang bisa berkata bahwa mereka adalah pembual !!!!!

Peduli pada alam membuat siapapun akan lebih peduli pada saudaranya, tetangganya, bahkan musuhnya sendiri. Menghargai dan meyakini kebesaran Tuhan, menyayangi sesama dan percaya pada diri sendiri, itulah kunci yang dimiliki oleh orang – orang yang kerap disebut petualang ini. Mendaki gunung bukan berarti menaklukan alam, tapi lebih utama adalah menaklukan diri sendiri dari keegoisan pribadi. Mendaki gunung adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama.

Dan menjadi salah satu dari mereka bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi pandangan masyarakat yang berpikiran negative terhadap dampak dari kegiatan ini. Apalagi mereka sudah menyinggung soal kematian yang memang tampaknya lebih dekat pada orang - orang yang terjun di alam bebas ini. “Mati muda yang sia – sia.” Begitu komentar mereka saat mendengar atau membaca anak muda yang tewas di gunung. Padahal soal hidup dan mati, di gunung hanyalah satu dari sekian alternative dari suratan takdir. Tidak di gunung pun, kalau mau mati ya matilah…!!! Kalau selamanya kita harus takut pada kematian, mungkin kita tidak akan mengenal Columbus penemu Benua Amerika.

Di gunung, di ketinggian kaki berpijak, di sanalah tempat yang paling damai dan abadi. Dekat dengan Tuhan dan keyakinan diri yang kuat. Saat kaki menginjak ketinggian, tanpa sadar kita hanya bisa berucap bahwa alam memang telah menjawab kebesaran Tuhan. Di sanalah pembuktian diri dari suatu pribadi yang egois dan manja, menjadi seorang yang mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Rasa takut, cemas, gusar, gundah, dan homesick memang ada, tapi itu dihadapkan pada kokohnya sebuah gunung yang tak mengenal apa itu rasa yang menghinggapi seorang anak manusia. Gunung itu memang curam, tapi ia lembut. Gunung itu memang terjal, tapi ia ramah dengan membiarkan tubuhnya diinjak – injak. Ada banyak luka di tangan, ada kelelahan di kaki, ada rasa haus yang menggayut di kerongkongan, ada tanjakan yang seperti tak ada habis – habisnya. Namun semuanya itu menjadi tak sepadan dan tak ada artinya sama sekali saat kaki menginjak ketinggian. Puncak gunung menjadi puncak dari segala puncak. Puncak rasa cemas, puncak kelelahan, dan puncak rasa haus, tapi kemudian semua rasa itu lenyap bersama tirisnya angin pegunungan.

Lukisan kehidupan pagi Sang Maha Pencipta di puncak gunung tidak bisa diucapkan oleh kata – kata. Semuanya cuma tertoreh dalam jiwa, dalam hati. Usai menikmati sebuah perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri sekaligus menumbuhkan percaya diri, rasanya sedikit mengangkat dagu masih sah – sah saja. Hanya jangan terus – terusan mengangkat dagu, karena walau bagaimanapun, gunung itu masih tetap kokoh di tempatnya. Tetap menjadi paku bumi, bersahaja, dan gagah. Sementara manusia akan kembali ke urat akar di mana dia hidup.

Ya, menghargai hidup adalah salah satu hasil yang diperoleh dalam mendaki gunung. Betapa hidup itu mahal. Betapa hidup itu ternyata terdiri dari berbagai pilihan, di mana kita harus mampu memilihnya meski dalam kondisi terdesak. Satu kali mendaki, satu kali pula kita menghargai hidup. Dua kali mendaki, dua kali kita mampu menghargai hidup. Tiga kali, empat kali, ratusan bahkan ribuan kali kita mendaki, maka sejumlah itu pula kita menghargai hidup.

Hanya seorang yang bergelut dengan alamlah yang mengerti dan paham, bagaimana rasanya mengendalikan diri dalam ketertekanan mental dan fisik, juga bagaimana alam berubah menjadi seorang bunda yang tidak henti – hentinya memberikan rasa kasih sayangnya.

Kalau golongan mayoritas masih terus saja berpendapat minor soal kegiatan mereka, maka biarkan sajalah. Karena siapapun orangnya yang berpendapat bahwa kegiatan ini hanya mengantarkan nyawa saja, bahwa kegiatan ini hanya sia – sia belaka, tidak ada yang menaifkan hal ini. Mereka cuma tak paham bahwa ada satu cara di mana mereka tidak bisa merasakan seperti yang dirasakan oleh para petualang ini, yaitu kemenangan saat kaki tiba pada ketinggian. Coba deh….!!!!!!!!

Dikutip dari Kaskus Outdoor Adventure & Nature Clubs OANC..

Sabtu, 18 Juli 2009

PENERIMAAN ANGGOTA Napallima - PDN 2009

PENERIMAAN ANGGOTA Napallima - PDN 2009

Perhimpunan Pecinta Alam Napallima, kembali menyelenggarakan kegiatan penerimaan anggota baru. Kegiatan penerimaan tersebut diselenggarakan dalam bentuk Pendidikan Dasar Napallima yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli – 10 Agustus 2009

Tujuan Pendidikan Dasar Napallima 2009
1. Menghasilkan anggota yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap perhimpunan, sesama anggota pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
2. Menghasilkan anggota yang mempunyai kemampuan tinggi dalam sikap mental, fisik, keterampilan berpikir dan bertindak agar mampu mengembangkan diri dalam kondisi dan keadaan “paling ekstreem“ yang mungkin akan dialaminya sebagai konsekuensi manusia yang gemar hidup di alam bebas.
3. Menghasilkan putra-putri Indonesia yang peka terhadap masalah kemanusiaan, alam, lingkungan dengan dharma baktinya yang tanpa pamrih

Pendidikan Dasar Napallima 2009
· Memperkenalkan semua jenis medan khas daerah tropis Indonesia
· Akan selalu diawali dengan pelatihan penyelamatan diri sendiri & anggota tim
· Diberikan materi secara praktis dan teoritis, dilengkapi dengan mempelajari kesalahan dan pengalaman yang didapatkan
· Didamping instruktur dengan kemampuan memberikan berbagai materi dan mengetahui usahan penyelamatan
· Diberikan bekal bahwa kegiatan di alam terbuka mengandung risiko bila tidak mengenal kondisi alam
· Pelatihan dalam komposisi kelompok sehingga akan lebih berkualitas dan effisien

Aspek Pendidikan Dasar Napallima 2009

· Physical fitness skill. Peningkatan potensi dan kekuatan diri, membina ketangguhan fisik/jasmani , perolehan keterampilan hidup di alam terbuka.
· Technical skill. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi penempuh rimba dan pendaki gunung.
· Human skill. Mengembangkan watak berani, tabah, ulet, percaya diri-teman-Tuhan, cinta tanah air dan bangsa. Peningkatan kemantapan sikap mental, keberanian dan semangat untuk menghadapi berbagai tantangan.
· Environmental skill. Meningkatkan kemampuan mengamati lingkungan dan menyesuaikan diri.
· Materi latihan yang tidak kalah pentingnya adalah PEMBINAAN JIWA KORPS yang merupakan penanaman motivasi-motivasi khusus. Hal-hal yang dianggap dasar untuk tercapainya tujuan Napallima baik sebagai individu maupun sebagai organisasi.

Kriteria yang ditetapkan bagi peserta Pendidikan Dasar Napallima 2009
1. Siswa/Siswi SMKN 5 Bandung.
2. Lulus dalam tahapan test/seleksi yang meliputi:
a. Tes psikologi
b. Tes medis/kesehatan
c. Tes fisik dan renang (Optional)
d. Tes pengetahuan dasar
e. Tes perlengkapan
3. Melengkapi dan memenuhi persyaratan administrasi

Jadwal Pendidikan Dasar Napallima 2009
a. Pendaftaran20 Juli - 20 Agustus 2009
b. Seleksi :
- Tes Psikologi (PSI-AD)
- Tes Kesehatan
- Tes Fisik dan Renang (Optional)
- Tes Kemampuan Dasar (Napallima)
d. Pra Pendidikan Dasar (hari Libur Siswa)
e. Pendidikan Dasar

Materi Pendidikan Dasar Napallima 2009
1. Tahap Dasar(Lokasi Situ Lembang) meliputi: Pemberian materi secara teori dan simulasi. Bagaimana beraktivitas di alam terbuka, latihan fisik, mental dan intelegensia serta pembekalan jiwa korsa.
2. Tahap Operasi meliputi : Pemanjatan Tebing Terjal , Olah Raga Arus Deras , Penyusuran Pantai , Long March di Rel Kereta Api, Long March di Jalan Raya, Gunung Hutan , Navigasi, Mencari dan Menyelamatkan (SAR), Survival.

Jumat, 26 Juni 2009

Teknologi Methane Capture: Transformasi Sampah Menjadi Sumber Daya Terbarukan

Mungkin belum banyak yang tahu betapa dahsyatnya efek gas metana bagi pemanasan global. Studi membuktikan, gas metana meningkatkan suhu bumi 21 kali lebih cepat dibandingkan CO2. Fenomena ini tidak lepas dari perhatian ahli teknologi lingkungan, yang kemudian menciptakan “Methane Capture.”

Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai teknologi tersebut, Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia bekerjasama dengan WWF-Indonesia, Kamis (28/05/2009) menggelar seminar dengan tajuk “Bedah Teknis Klaim Kinerja Teknologi Lingkungan Methane Capture” di Hotel Century, Jakarta Pusat.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari penyedia teknologi. Mereka adalah Leo dari PT Gikoko Kogyo Indonesia, Suyoto dari Navigats Organic Energy Indonesia, dan Edy Darmawan dari PT Indo Acidatama. Bertindak sebagai moderator, Kepala Bidang Produksi Bersih Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Arif Wibowo.

Ketiga pembicara tersebut memaparkan perangkat masing-masing yang mampu mengelola gas metana yang dihasilkan sampah serta limbah industri mereka menjadi pembangkit tenaga listrik dalam skala besar maupun bahan bakar boiler (berfungsi sebagai pengganti residu). PT Gikoko dan Navigats Organic Indonesia misalnya memfokuskan pada pengelolaan sampah di sejumlah TPA. Tumpukan sampah dipasangi pipa yang berfungsi untuk menyerap CH4 atau metana yang dihasilkan. Kedua teknokrat lingkungan tersebut juga tidak melupakan sistem kontrol dan keamanan sistem tersebut. Hal ini untuk menghindari agar gas metana tidak lepas ke udara dan mencegah terjadinya ledakan.

Berbeda dengan kedua perusahaan sebelumnya, PT Indo Acidatama memaparkan pemanfaatan limbah industri perusahaan baik berupa limbah cair, gas, maupun padat menjadi bahan bakar boiler menggantikan residu.

Selain menghadirkan tiga pembicara, empat ahli lingkungan didaulat untuk menjadi pembahas. Mereka adalah Tri Bangun Laksono dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Enri Damanhuri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irhan Febiyanto dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Kati Andrani dari Departemen Pekerjaan Umum (PU).


Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia, Fitrian Ardiansyah, yang hadir dalam seminar tersebut berkomentar, pengelolaan sampah dengan metode “methane capture” merupakan awal yang baik untuk menanggulangi perubahan iklim dari sumber utamanya yaitu sampah. “Ini saatnya kita melihat sampah bukan hanya sebagai sumber masalah, tapi juga dapat dijadikan sumber daya terbarukan, yang dalam hal ini adalah listrik,” tambah Fitrian.

Sementara Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Pembangunan (Deputi VII) KLH RI, Sudariyono berharap agar seminar berupa pembedahan teknologi lingkungan methane capture tersebut dapat menjadi embrio bagi terwujudnya sistem dan mekanisme verifikasi teknologi di Indonesia.

Sumber : WWF-Indonesia/Saipul Siagian

400 Batang Pohon Lagi Untuk Gunung Rinjani

Jakarta (24/06)- Sebagai bukti komitmennya untuk konservasi, jaringan swalayan Ranch Market pada hari Rabu (24/06/2009) meluncurkan program “One Bag One Tree” di Mega Kuningan, Jakarta untuk menyukseskan salah satu program restorasi hutan WWF-Indonesia, NEWtrees.

Sebelumnya, kelompok usaha tersebut telah berpartisipasi dalam program NEWtrees, dimana luas kawasan yang telah ditanami mencapai 2 hektar. Melalui “One Bag One Tree” ini, jaringan ritel tersebut menargetkan akan menambah 1 hektar lagi atau setara dengan 400 batang pohon.

Hadir pada peluncuran tersebut, Direktur Governance, Community Empowerment and Corporate Engagement (GCCE) WWF-Indonesia Nazir Foead, Presiden Direktur PT. Supra Boga Lestari Nugroho Setiadharma, dan Supporter Kehormatan WWF-Indonesia Davina Hariadi.

Ranch Market mengajak pelanggannya untuk ikut berperan dalam upaya rehabilitasi hutan yang saat ini dilakukan di hutan lindung Gunung Rinjani melalui pembelian tas dari bahan yang ramah lingkungan,. Setiap penjualan tas belanja seharga Rp 95.000,00 itu, Ranch Market akan mendonasikan Rp 50.000,00 untuk program NEWtrees, setara dengan nilai satu batang pohon dan pemeliharaannya.

Presiden Direktur PT. Supra Boga Lestari Nugroho Setiadharma mengemukakan, program “One Bag One Tree” adalah implementasi salah satu nilai Ranch Market yaitu ASES (Advocate Social Environmental Sustainability). Dikatakannya pula, Ranch Market juga telah mencanangkan program “green mission”dimana 0,5 persen dari setiap penjualan produk-produk ramah lingkungan didonasikan untuk mendukung praktik konservasi WWF.

“Kami sangat bangga dengan program NEWtrees yang telah dilakukan WWF...NEWtrees juga berbeda dengan program penanaman pohon yang sudah-sudah. Para penyumbang dapat memantau pohon mereka masing-masing lewat Google earth,” ujar Nugroho.

Setiap konsumen yang berkontribusi dalam program “One Bag One Tree” tersebut nantinya akan dapat memantau pertumbuhan pohon mereka menggunakan fasilitas Google Earth, dimana pohon yang mereka tanam dinamai sesuai dengan nama mereka masing-masing. Foto yang menginformasikan perkembangan pohon yang ditanam akan terus diperbaharui setiap 6 bulan sekali oleh WWF-Indonesia.

Sumber : WWF-Indonesia/Saipul Siagian

ULANG TAHUN NAPALLIMA

Sebentar lagi Organisasi Kita akan berulang tahun yang ke 11 mungkin kalo di ibaratkan sebagai anak yang baru beranjak remaja, akan tetapi pemikiran-pemikiran yang di rasa saat ini entah kenapa seperti anak yang musti di suapin terus.... Kenapa??
pada tanggal 2 Juli 2009 nanti kemungkinan akan di diperingati atau tidak, yang pasti kami selaku DPA akan senantiasa menghimbau kepada adik-adik kami untuk selalu terus berjuang dan pantang menyerah, sekiranya kepada adik-adik untuk membuat sebuah acara atau event tentang program pemerintah yang menyebutkan bahwa diusahakan satu orang satu pohon dan kebetulan kami selaku DPA mempunyai kenalan di PERUM Perhutani yang bersedia menyediakan fasilitas, sekarang tinggal kemauan dari para adik-adik sekalian untuk mewujudkannya.
Mari Kita Dukung Program Pemerintah untuk mengatasi Global Warwing!!!!!!!!!!!!

Jumat, 12 Juni 2009

Asti Ananta Surprise Jadi Duta Menanam Pohon


Menjadi seorang Duta One Man One Tree alias duta menanam pohon rupa-rupanya membuat aktris cantik Asti Ananta merasa terkejut. Dia yang memang suka tanaman ini sebenarnya tidak menyangka akan diangkat menjadi duta, namun akhirnya dia harus mengemban sebuah tugas baru.

"Surprise dong karena aku baru diangkat jadi duta tadi pagi, nambah tugas satu lagi. Di sini kita sifatnya sukarelawan karena tidak dibayar," ujar Asti saat ditemui di Bundaran HI, Minggu (24/05) pagi tadi.
Asti mengaku walaupun sibuk, dia pasti menyempatkan waktu untuk menyiram tanaman. "Pastilah ada waktu kalau untuk nyiram aja," tuturnya.

Lalu apa sih tugasnya sebagai Duta Menanam Pohon? "Ya sosialisasi pada masyarakat dan juga mengimbau masyarakat untuk menanam pohon. Awalnya di rumah sendiri aja, aku sempat kagum juga sama warga Kebon Kacang, meskipun ruangannya terbatas tapi mereka masih berusaha membuat penghijauan. Ini bukti nyata kepedulian masyarakat. Aku sempat merasakan perbedaan ketika di HI cukup panas, masuk ke wilayah Kebon Kacang adem sekali," terangnya.

Asti sendiri amat merasakan global warming yang mulai mengancam bumi. "Ya memang aku merasakan seperti tadi, baru jam 8 udah panas sekali. Ini cuma satu-satunya jalan pencegahan yaitu dengan menanam pohon. Ya aku berharap kepedulian itu ada di semua masyarakat. Akhirnya bumi ini bisa terlepas dari global warming," pungkasnya.

Kamis, 04 Juni 2009

Pemerintah Siap Dukung Dana Pengembangan Obat Herbal AIDS & Kanker


Jakarta - Kekayaan sumber daya tanaman obat merupakan modal Indonesia membuat terobosan penting di dunia medis. Misalnya mengupayakan pengembangan dan produksi obat-obatan herbal untuk AIDS atau kanker dengan dukungan pendanaan penuh dari pemerintah.Demikian kata Presiden SBY di sela peninjauan Etalase Tanaman Obat dan Pengembangan Obat Tradisional, di Tawangmangu, Jawa Tengah. Presiden didampingi Menkes Siti Fadilah Supari dalam peninjauan siang ini, Minggu (8/3/2009)."Tolong dikembangkan obat kanker dan AIDS siapa tahu ada yang menjadi terobosan. Kita akan memberikan dana yang diperlukan" kata SBY.Presiden menyayangkan kegiatan pengembangan obat tradisional yang dia nilai masih kurang. Pengolahan kekayaan tanaman obat yang ada sejauh ini juga lebih banyak di tingkat industri kecil dan menengah yang belum mendapat dukungan teknologi modern.Padahal bila kekayaan alam tersebut digabungkan dengan teknologi dan didukung industri obat-obatan, Indonesia bisa menjadi pusat obat herbal dunia. Industri obat herbal menjadi sumber daya ekonomi nasional baru dan meningkatkan kualitas hidup petaninya. "Dunia menyebut Indonesia negara bio-divertisity. Sayang sekali tidak diolah maksimal," ujarnya.Kompleks etalase Tanaman Obat dan Pengembangan Obat Tradisional Tawangmangu tak ubahnya sebuah apotik hidup raksasa. Di atas lahan seluas lapangan sepak bola itu ditanam 900 spesies tanaman obat-obatan dari berbagai daerah, mulai dari kencur hingga buah merah.Ketika berkeliling kebun, Presiden SBY mencicipi buah Manggis Jepang yang dia petik langsung dari pohonnya. Buah yang ukurannya hanya sebesar biji kelereng itu mujarab menumpas disentri.

Senin, 01 Juni 2009

World Ocean Conference Dimulai

Tommy Hamel - detikNews

Manado - Rangkaian kegiatan World Ocean Coference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit dimulai. Kegiatan perdana adalah Senior Official Meeting (SOM) yang dibuka menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.

Acara pembukaan dilakukan di Grand Kawanua Hall, Manado, Sulawesi Utara, Senin (11/5/2009), sekitar pukul 11.00 Wita.

Selain SOM, digelar pula Indonesia–USA Joint Committee Meeting (MMAF-NOAA), Indonesia-German Steering Committee Earth and Ocean Science, ADB CTI Pacific RETA Inception meeting, Workshop marine and coastal management in the asia pacific, UNEP regional Seas meeting, dan Interrnasional ocean science, technology and industry exhibition serta ocean fair and North Sulawesi Expo.

Dalam sambutannya, Freddy Numberi mengatakan, event dunia ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Banyaknya kegiatan yang digelar diharapkan memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Dari sini juga akan dibahas pemanfaatan dan penyelamatan laut yang turut berperan dalam pemanasan global.

Sementara Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang menyatakan, pengelolaan dan pemanfaatan kelautan sudah menjadi tugas bersama. Hal ini mengingat laut memiliki peran vital bagi keseimbangan ekosistem lingkungan demi kelangsungan kehidupan manusia, terutama dalam mencegah terjadinya perubahan iklim (Climate Change) yang diakibatkan oleh Global Warming (Pemanasan Global).

WOC-CTI Summit diikuti kurang 2002 peserta dari 70 negara didunia. Puncak WOC nantinya akan berlangsung pada 14 Mei mendatang dan akan dibuka Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.

5 Kader PKS Langsung Dilarikan ke RS 45 Kuningan karena tersesat di G. Ciremai



Reno Nugraha - detikNews

ilustrasi
Kuningan - Tim SAR berhasil membawa turun lima kader PKS yang tersesat di Gunung Ciremai. Kelimanya langsung dilarikan ke RS 45 Kuningan untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Pantauan detikcom di pos pendakian Palutungan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (28/5/2009), kelimanya diangkut ke RS dengan menggunakan mobil ambulans yang sudah disiapkan petugas penyelamatan.

Kelimanya dalam kondisi sadar dan terlihat kelelahan. Salah satu di antara mereka, yakni Iwan, mengalami luka pada bagian tangan.

Kelima kader PKS ini ditemukan petugas di daerah Pasir Cai di sekitar pos pendakian Cigowong. Saat ditemukan, mereka dalam kondisi lemas karena kelelahan.

Dengan penemuan kelima orang ini, berarti seluruh kader PKS yang tersesat di Gunung Ciremai sejak Sabtu 23 Mei lalu sudah ditemukan. Sebelumnya tim SAR sudah menemukan dua orang lainnya, yakni Widi dan Ferdi.

Menurut Widi, dia dan 6 rekannya sedang mengadakan pelatihan kader PKS sejak Jumat 22 Mei. Tapi kemudian suatu musibah menimpa pimpinan pendakian Iwan, hingga kemudian Widi dan rekannya Fredi turun lebih dahulu, sedang 5 rekannya yang lain tetap tinggal di kawasan Sangga Buana di ketinggian 2.700 Mdpl.

(djo/nrl)


Rabu, 20 Mei 2009

Penghijauan di Bandung tidak Optimal

BANDUNG, (PRLM).-Keberhasilan gerakan penghijauan di Kab. Bandung hanya sekitar 60 persen karena masyarakat kurang memiliki terhadap gerakan tersebut. Masyarakat lebih senang menanam tanaman semusim seperti sayur mayur daripada tanaman keras yang dipanen lima tahun kemudian.

"Bahkan, penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik yang bernilai Rp 300 miliar termasuk untuk penghijauan dianggap gagal. Dari 30 desa sekitar DAS Citarik yang dulu dihijaukan kini tanaman penghijauannya tersisa 20 persen di lima desa," kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab. Bandung, Ir. Tisna Umaran, dalam pertemuan Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL) Nahdlatul Ulama (NU) se-Jabar dan Banten, Rabu (18/2).

Acara di Hotel Antik Soreang dihadiri Sekretaris GNKL NU, Gus Imam Pituduh dan Ketua PC NU Kab. Bandung, KH. Amas Mansyur. "Setelah DAS Citarik saat ini akan berjalan projek sama senilai Rp 300 miliar untuk penanganan DAS Cirasea. Apakah nasib projek tersebut sama dengan DAS Citarik?" kata Tisna.

Tingginya tanaman penghijauan yang mati, kata Tisna, juga diakibatkan pasokan bibit dari Bogor sehingga tanaman engalami stres di jalan. "Tanaman stres lalu ditanam di lahan-lahan kritis sehingga banyak yang mati. Alangkah baiknya apabila gerakan penghijauan lahan kritis tidak sekadar membagikan dan menanam pohon, tapi mulai dengan pembibitan yang dikerjakan masyarakat," katanya.

Penghijauan Bandung Makin Giat, Sejuta Lebih Pohon Sudah Ditanam

BANDUNG, TRIBUN – Selama empat tahun terakhir, di Kota Bandung sudah ditanam 1 juta lebih pohon berbagai jenis, tepatnya 1.085.499 batang pohon. Upaya penanaman pohon ini semakin giat dilakukan untuk membuat Bandung semakin hijau. Hasil penghiauan itu bisa dirasakan di Taman Tegallega.

“Tegallega semula kumuh dihuni ribuan PKL, kini sudah berubah menjadi hutan kota dengan penanaman 5.300 pohon terbagi 175 jenis,” ujar Kepala Dinas Pertamanan Kota Bandung Yogi Suparjo, , Minggu (3/2).

Upaya penghijauan lainnya lanjut Yogi, membuat dan memelihara taman di Kota Bandung yang jumlahnya mencapai 510 taman ditambah 26 buah taman mobile serta penghijauan kawasan Punclut dengan menanam 112.000 pohon. “Selain itu, membuat dua taman kota di bekas dua SPBU Cikapayang dan Sukajadi, kemudian dua hutan kota di bekas TPA Cicabe dan Pasir Impun, jadi wilayah mana yang belum hijau,” tanya Yogi.

Yogi menyebutkan, ada lima gerakan untuk mengatasi masalah penurunan muka air tanah, menurunnya kualitas udara dan terjadinya banjir di musim hujan. Kelima gerakan yaitu penghijauan dan menabung air, Cikapundung bersih, sejuta bunga, udara bersih dan penanaman, pembibitan, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup.

“Pohon yang ditebang selama empat tahun sebanyak 803 pohon sedangkan pohon yang mesti ditebang karena sudah tua dan rawan tumbang ada 1.340 buah, sehingga masih ada sisa 537 pohon yang masuk daftar tebang,” ujar Yogi.
Upaya lainnya menangani masalah lingkungan adalah pembuatan lima kolam penampung air di kawasan Bandung Utara dan pembuatan 11.400 buah sumur resapan yang tersebar di Kota Bandung. “Saya merasa heran ada yang menilai tak ada hasilnya penghijauan di Kota Bandung, padahal semua jajaran kerja keras dalam penghijauan dan hasilnya sudah dirasakan warga,” ujar Yogi.(tsm)

TPA Pun Disulap Jadi Hutan Kota
* Penanaman pohon selama empat tahun sebanyak 1.085.499 batang pohon.
* Membuat dan memelihara taman di Kota Bandung yang jumlahnya mencapai 510 taman ditambah 26 buah taman mobile
* Penghijauan kawasan Punclut dengan menanam 112.000 pohon.
* Membuat dua taman kota di bekas dua SPBU Cikapayang dan Sukajadi
* Membuat dua hutan kota di bekas TPA Cicabe dan Pasir Impun
* Pembuatan sumur resapan sebanyak 11.400 buah

Rabu, 06 Mei 2009

Adsburn

Adsburn.com

AdsBurn.com - Burn Your Ads Better
Adsburn.com dapat di jadikan sebagai salah satu partner promosi anda yang sangat bagus karena Adsburn.com melakukan promosi yang biasanya anda lakukan manual menjadi hanya beberapa klik saja maka promosi anda akan muncul di ratusan iklan baris, direktori, mailing list, blog dan banyak lagi. Apa keuntungannya? ya jelas keuntungannya adalah anda melakukan promosi dengan mudah dan dapat meningkatkan pengunjung dan backlink ke situs anda yang akan meningkatkan rangking di google atau alexa. Sangat mudah bukan? segeralah bergabung dan rasakan manfaatnya bagi anda.

Dalam melakukan submit iklan ke berbagai situs iklan baris, direktori, blog membutuhkan 1 kredit. nah apa itu kredit? kredit adalah satuan nilai di Adsburn.com yang di gunakan untuk meluncurkan promosi anda ke ratusan iklan baris, direktori ,blog dalam satu kali klik dalam 1 hari. Kredit ada yang gratis ada pula yang berbayar. saya akan menjelaskan yang gratis, anda akan mendapatkan 1 kredit gratis setiap anda mereferensikan 1 orang, 2 kredit gratis setiap bulan jika anda memasang logo Adsburn.com di halaman depan situs atau blog anda. dan 5 kredit gratis jika anda membuat review tentang adsburn.com, contohnya review ini. Jadi tunggu apalagi, segera ledakkan trafik anda dengan Adsburn.com.

kunjungi situsnya di Adsburn.com

Selasa, 05 Mei 2009

HP Gratis

Your friend Bill Gates would like to tell you about how YOU can own the latest Mobile Phone, Gaming Console or MP3 Player of your choice - for FREE! Bill just registered with Xpango.com and has invited you to join too!

Simply take a look below and pick an item that you’d like to receive for Free using Xpango's unique Credit System.

Xpango have delivered thousands of gadgets to our customer's worldwide - Get your's NOW!


Senin, 13 April 2009

MAU!!! DAPATKAN HANDPONE IDAMAN ANDA 100% GRATIS

MAU!!! DAPATKAN HANDPONE IDAMAN ANDA 100% GRATIS

MAU!!! DAPATKAN HANDPONE IDAMAN ANDA 100% GRATIS ...

Klik Disini


Sabtu, 04 April 2009

Meminimalisasi Resiko

Merealisasikan kembali Meminimalisasi Resiko kecelakaan di alam terbuka
Untuk tema pada hari sabtu tanggal 4 April 2009, diharapkan semua anggota hadir tepat pada waktunya :
Hari : Sabtu - Minggu , 4-5 April 2009
Tempat : Leuweung Buntis
Waktu : 17:30 - Selesai
Anggota Baru : 7 Orang
Anggota DP dan DPA semuanya

Rabu, 18 Maret 2009

DIKSAR

Kepada teman teman yang masih mengakui dirinya anggota napallima, dimohon untuk dapat hadir malam minggu (SABTU) besok di basecamp pada tanggal 21 Maret 2009
kehadiran anda kami tunggu demi berlangsungnya acara terima kasih
Blog Advertising

Selasa, 17 Maret 2009

Pindahan

Base Camp Napallima sudah resmi telah pindah, tadinya berada dikomplek bagian atas sekolah smkn 5, nah sekarang pindah ke bagian bawah tepatnya di Aula bagian belakang, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi admin ok.....
Blog Advertising

Selasa, 03 Februari 2009

Menhut: 25 Tahun untuk Reboisasi 55 Juta Hektare Hutan Rusak



Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kehutanan (Menhut), MS Ka`ban, mengatakan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 25 hingga 26 tahun untuk mereboisasi 55 juta hektare (ha) hutan yang rusak di Indonesia dengan dana sekitar Rp440 triliun.

"Dengan demikian dibutuhkan rentang waktu sekitar 25 hingga 26 tahun untuk mereboisasi hutan yang rusak di tanah air," ujarnya didampingi Menteri Lingkungan Hidup (Men LH), Rahmat Witoelar, di Kantor Kepresidenan, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, selama tahun 2003-2007, pemerintah telah melakukan penanaman hutan kembali yang gundul sekitar 4 juta ha, dan pada 2008 akan melakukan program penanaman hutan sebanyak dua juta ha dengan menyiapkan sekitar dua miliar batang bibit pohon.

"Konsentrasi reboisasi lahan rusak diutamakan seperti di kawasan hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi," ujarnya.

Rebosiasi hutan gundul akan difokuskan di Pulau Jawa, karena tingkat tutupan hutan di wilayah ini hanya mencapai 19 persen. Ini harus ditingkatkan hingga 30 persen.

Untuk mencapai program itu, menurut Ka`ban, pemerintah akan meminta partisipasi pemerintah daerah seperti Gubernur dan Bupati terutama di kawasan yang daerahnya memiliki lahan yang rusak.

"Kita akan melibatkan mitra swasta dan partisipasi masyarakat untuk pengadaan . Yang penting kita menyediakan bibit pohon dalam jumlah sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Khusus kawasan hutan produksi, dan hutan tanaman rakyat dan program intensifikasi, rebosiasinya diserahkan kepada pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Ka`ban juga mengatakan, dengan diserahkannya tanggungjawab mengelola dan memperbaiki hutan produksi itu, maka akan terjadi keseimbangan antara pengelola HPH dengan pemerintah sebagai pemilik lahan.

"Dengan demikian, tidak ada lagi istilah tebang pilih, karena semua memiliki kewajiban yang sama. Jadi kawasan produksi yang mengalami degradasi termasuk daerah hulu dan aliran sungai sungai itu "reforestrasi" dengan anggaran yang disiapkan setiap tahunnya," ujarnya.

Ka`ban menyoroti, akibat penggundulan hutan dengan cara perambahan tidak terencana, pencurian dan perubahan kawasan hutan tanpa izin itu, mengakibatkan jumlah jatah tebangan pemerintah dari tahun ke tahun semakin menurun.

"Saat ini jatah tebangan hutan hanya sekitar 8 juta kubik per tahun, merosot dibanding ketika jumlah tebangan pernah mencapai puncak sekitar 27 juta kubik per tahun," demikian Ka'ban. (*)

COPYRIGHT © 2007 ANTARA

Blog Advertising

Reboisasi Hutan Mangrove sebagai Salah Satu Upaya untuk Mengurangi Global Warming




Oleh I Nengah Subadra*)

Kerusakan hutan tropis yang terjadi di berbagai negara di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan bahkan dalam dua atau tiga decade yang akan datang diperkirakan akan mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena penebangan liar (illegal logging), pengalihan fungsi lahan, eksploitasi hutan yang berlebihan, dan lain-lain. Sehingga pada awal tahun 1990-an para ahli lingkungan dari seluruh dunia mengadakan pertemuan di Rio de Jenero, Brasil yang pada intinya membahas mengenai langkah dan strategi yang harus dilakukan untuk melestarikan alam termasuk juga upaya mengurangi laju kerusakan atau penyelamatan hutan tropis tersebut.

Di Indonesia, laju kerusakan hutan mencapai 2,8 juta hektar per tahun dari total luas hutan yaitu seluas 120 juta hektar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dari total luas hutan tersebut, sekitar 57 sampai 60 juta hektar sudah mengalami degradasi dan kerusakan sehingga sekarang ini Indonesia hanya memiliki hutan yang dalam keadaan baik kira-kira seluas 50% dari total luas yang ada. Kondisi semacam ini apabila tidak disikapi dengan arif dan segera dilakukan upaya-upaya penyelamatan oleh pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia maka dalam jangka waktu dua dasawarsa Indonesia akan sudah tidak memiliki hutan lagi (Mangrove Information Center, 2006).

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia mencapai 25% dari total luas hutan mangrove di seluruh dunia (18 juta hektar) yaitu seluas 4.5 juta hektar atau sebanyak 3,8 % dari total luas hutan di Indonesia secara keseluruhan. Sedikitnya luas hutan mangrove ini mengakibatkan perhatian Pemerintah Indonesia terhadap hutan mangrove sangat sedikit juga, dibandingkan dengan hutan darat. Kondisi hutan mangrove juga mengalami kerusakan yang hampir sama dengan keadaan hutan-hutan lainnya di Indonesia (Mangrove Information Center, 2006).

Penebangan hutan baik hutan darat maupun hutan mangrove secara berlebihan tidak hanya mengakibatkan berkurangnnya daerah resapan air, abrasi, dan bencana alam seperti erosi dan banjir tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat sirkulasi dan pembentukan gas karbon dioksida (CO2) dan oksigen O2 yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya.
Kebanyakan orang (khususnya para pengusaha yang memperjualbelikan hasil kayu hutan, investor yang mengembangkan usahanya dengan menebang hutan dan digantikan dengan tanaman lainnya seperti kelapa sawit atau menggantinya denganusaha lain seperti tambak, dan oknum pejabat yang mengeluarkan ijin untuk penebangan kayu di hutan) menutup mata dan sama sekali tidak merasa bersalah dan berdosa terhadap bencana-bencana alam yang sudah, sedang dan akan terjadi sehubungan dengan kegiatan yang mereka lakukan. Miskinnya keperdulian dan kesadaran terhadap lingkungan bagi orang-orang tersebut harus ditingkatkan secara khusus di era yang sedang gencar-gencar membicarakan tentang global warming karena model pendidikan lingkungan yang biasanya dilakukan sudah tidak mampu lagi untuk menyadarkan manusia-manusia serakah tersebut yang cendrung mengkorbankan kepentingan orang banyak demi kepentingan pribadi dan keluarganya. Dapat diyakini bahwa orang tersebut memiliki kontribusi yang banyak terhadap global warming yang terjadi sekarang ini sehingga mereka sepantasnya mendapatkan ganjaran yang setimpat atas perbuatannya. Berani dan mampukah aparat penegak hukum di Indonesia untuk menindak tegas para oknum ini demi keselamatan dan keberlangsungan alam serta kepentingan dan kelangsungan hidup manusia di Indonesia dan dunia?

Fakta kerusakan hutan khususnya mangrove dapat dilihat dengan jelas di Bali. Pembabatan hutan mangrove secara besar-besaran mulai dari Desa Pesanggaran sampai dengan Desa Pemogan (perbatasan antara Kota Denpasar dan Kabupaten Badung) yang dilakukan sebelum tahun 1990an yang dilakukan oleh investor yang bergerak dalam bidang usaha tambak udang telah mengakibatkan berkurangnya luas area hutan mangrove secara drastis di wilayah tersebut. Pada awal perkembangannya tambak-tambak udang tersebut memang menguntungkan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakt lokal. Tetapi, setelah beberapa tahun beroperasi, tambak-tambak tersebut mulai mengalami kerugian sehingga mengakibatkan kebangkrutan yang berujung pada penutupan usaha pertambakkan.
Hengkangnya para investor tambak udang tersebut meninggalkan bekas dan luka yang mendalam dan berkepanjangan bagi lingkungan di tempat tersebut sampai sekarang. Pohon mangrovepun tidak bisa tumbuh lagi khususnya ditempat-tempat pemberian makanan udang karena kerasnya bahan kimia yang dipakai untuk membersarkan udang secara instant. Sedangkan investor-investor tersebut sudah menghilang entah kemana?

Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kehutanan mengeluarkan beberapa kebijakan (policy) yang diharapkan mampu menyelamatkan kekayaan alam berupa hutan tropis yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Salah satu kebijakannya adalah tentang upaya penyelamatan hutan mangrove yang selanjutnya pada tahun 1992 dibentuk Pusat Informasi Mangrove (Mangrove Information Center).

Mangrove Information Center (MIC) merupakan proyek kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui Proyek Pengembangan Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari dan Pemerintah Jepang melalui Lembaga Kerjasama Internasional Pemerintah Jepang melalui Japan International Corporation Agency (JICA).

Proyek kerjasama ini terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai pada tahun 1992 dan berakhir tahun 1997. Pada tahapan ini, Pemerintah Jepang mengirim team untuk melakukan identifikasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan dilakukan. Dari hasil identifikasi ini, dibentukalan team bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dan selanjutnya sepakat untuk membangun Proyek Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari. Proyek ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengekplorasi teknik-teknik reboisasi yang bisa dilakukan untuk pemulihan (recovery) kondisi hutan mangrove yang sudah mengalami kerusakan. Teknik yang ditemukan adalah tentang bagaimana cara persemaian bibit dan penanaman mangrove. Selain itu, diterbitkan juga buku panduan penanaman mangrove. Hasil yang dicapai pada tahap ini adalah penentuan model pengelolaan hutan mangrove lestari, penerbitan beberapa buku seperti; buku panduan (guide book) persemaian bibit dan penanaman mangrove, buku-buku yang berkaitan dengan mangrove, dan reboisasi atau penanaman mangrove seluas 253 hektar di kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA).

Usaha reboisasi hutan mangrove yang telah dilakukan oleh The Mangrove Information Center memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung karena persediaan untuk konsumsi oksigen sudah tersedia di tempat ini dan meningkatkan rasa aman dari bencana tsunami bagi masyarakat yang berdekatan dengan hutan mangrove tersebut. Selain itu, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan mangrove semakin meningkat. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya sekolah-sekolah (dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi) dan industri pariwisata dengan secara sukarela untuk ikut serta menanam pohon mangrove di beberapa tempat seperti di kawasan konservasi The Mangrove Information Center dan Pulau Serangan yang bibit-bibit pohon mangrovenya disediakan oleh pihak The Mangrove Information Center. Usaha lain yang dilakukan oleh The Mangrove Information Center untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan adalah dengan membuka kegiatan wisata alam (ecotourism) sehingga masyarakat dapat melihat, menikmati dan berinteraksi dengan lingkungan secara langsung di kawasan hutan mangrove tersebut.

*)Penulis, dosen di AKPAR Triatmajaya-Dalung, Alumni PPS Kajian Pariwisata Universitas Udayana.
Blog Advertising